Habis Kegagalan Terbitlah Kesuksesan

Mendengar nama “kegagalan” dipikiran kita akan tertuju pada suatu hal yang bisa terjadi karena ketidaksesuaian / ketidakberhasilan saat kita ingin meraih sebuah target ataupun tujuan. Faktanya, banyak orang yang mengeluh karena dia tidak dapat mencapai suatu kesuksesan, padahal dia sudah menggunakan seluruh usaha yang mereka lakukan.

Bill Gates dulunya bekerja sama dengan Paul Gilbert dan Paul Allen untuk memulai bisnis menciptakan Traf-O-Data, mesin yang befungsi memproses data. Awalnya bisnis ini berjalan cukup baik, dan dapat menerima pendapatan. Namun, ketika mereka mencoba mempresentasikan pada Seattle Country, mesin tersebut mengalami kerusakan. Dan dari sanalah Bill Gates belajar dari kegagalan itu, sehingga hasilnya Bill Gates bersama rekannya berhasil membentuk perusahaan terbesar, Microsoft.

Selain Bill Gates, banyak tokoh dunia yang telah mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut akan menjadi pelajaran bagi mereka, dan mereka yakin bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Jadi, jika Anda mengalami kegagalan saat ini, ingat, Anda tidak seorang sendirian.


KEGAGAGLAN KUNCI UNTUK KESUKSESAN

Bayangkan saja seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan dengan kaki imut-nya, anak kecil itu terus terjatuh berberapa kali dan melukai dirinya sendiri. Akan tetapi, anak kecil tersebut tidak pernah berhenti dan tidak berpikir bahwa, berjalan bukan bidang saya, saya tidak mampu melakukannya dengan baik.

Seperti yang dikatakan oleh master Yoda, “Guru terbaik adalah kegagalan” (dengan logat Yoda).

Untuk mencapai kesuksesan jangan takut untuk menerima kegagalan, jadikanlah kegagalan tersebut menjadi pelajaran hidup kita.

Sebagian besar dari kita berhasil meraih posisi kita untuk takut gagal, untuk menghindari kegagalan secara naluriah, hanya terpaku pada apa yang ada di depan kita atau hanya pada bidang yang sudah kita kuasai. Ini akan membatasi dan menghambat kita. Kita hanya bisa benar sukses kalau kita ada suatu bidang yang memungkinkan kita untuk rela gagal. Jika kita tidak bersiap untuk gagal, itu berarti kita tidak bersiap untuk sukses.

Dengan cara menjadikan kegagalan tersebut menjadi sebuah pelajaran, tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama, dan memotivasi diri kita sendiri akan mengantarkan kita kepada jalan untuk kesuksesan pada target kita. Kegagalan itulah yang menggerakan kita ke depan.

Yakin, Mau Nonton Film Secara Illegal?

Menonton film merupakan hobi yang digemari oleh berbagai kalangan. Apalagi saat ini adalah pandemi COVID-19, sehingga orang-orang banyak menghabiskan waktunya di rumah dengan menonton film, baik itu secara offline (fisik) ataupun secara digital/streaming.

Seiring perkembangan teknologi, banyak orang yang dulunya membeli dvd bajakan kemudian beralih ke streaming online illegal seperti aplikasi, atau situs-situs online illegal di luar sana. Emang sih, orang-orang dapat menikmati film favoritnya secara lengkap dan gratis.

Tapi, sadarlah! Ini sama kasusnya dengan dvd bajakan. Jika terus- menerus melihat streaming secara illegal, itu berarti kalian tidak menghargai para pembuat film. Yang dimana untuk membuat film membutuhkan berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun lamanya.

Contohnya gini, misalnya kamu mengerjakan tugas dengan susah payah dan sampai butuh berberapa referensi di berbagai sumber. Kemudian datang teman kamu kemudian meminta jawaban dengan cuma-cuma, apa ekspresimu?

Ga heran dong jika streaming secara illegal dapat menyumbat para kreator film. Memang penyedia streaming film illegal untung besar, tetapi para pembuat filmnya atau sutradaranya? Belum tentu untung juga.


Streaming illegal juga berdampak pada device kita. Jujur ya, saya sendiri pernah menonton film secara illegal kemudian Wi-Fi saya tiba-tiba lemot tidak jelas. Setelah saya search di Google, ternyata situs-situs illegal tersebut bisa menyedot bandwidth pada operator, sehingga menggangu seluruh traffic. Belum lagi banyak malware/virus di luar sana yang pastinya sangat berbahaya.

Apa Salahnya Sih Pakai Aplikasi Streaming Official?

Emang kenapa sih tidak pakai aplikasi official? Memang harus bayar langganan atau bayar film officialnya. Tetapi, dengan kita membayar film tersebut berarti, sebagai bukti apresiasi kita sebagai sang sutradara film. Supaya industri film lebih berkembang, sehingga lebih banyak film yang kita bisa nikmati. Contohnya aplikasi Netflix, dll.

Bahkan sekarang sudah ada aplikasi resmi menonton film gratis dengan batasan waktu tertentu, misalnya 7 hari gratis. Lumayan kan daripada harus ribet ke situs illegal, belum lagi kalian harus menghadapi berbagai malware di situs tersebut.

Jadi kesimpulannya, mulai sekarang stop menonton film illegal. Selain berdampak pada device kita, streaming film illegal membuat industri film terganggu atau tersumbat, sehingga sang kreator film pun sulit untuk berkembang.

Oke, sekian dulu untuk artkel hari ini, dan sampai jumpa pada kesempatan berikutnya, bye!

TikTok Merusak Generasi Bangsa?

Hello Readers! Pertama-tama, ini adalah artikel pertama di blog aku 🙂 Mohon maaf ya, kalau ada yang kurang gimana gitu…

Di artikel pertama ini, aku akan membahas “Apakah TikTok merusak generasi bangsa?”


Siapa sih yang gatau TikTok? Mendengar namanya aja, yang kita bayangkan adalah suatu aplikasi populer yang berisi beragam video joget, berakting, lip-sync, dan lainya. Umumnya, TikTok membolehkan para penggunannya membuat video musik dengan bedurasi pendek untuk sebagai sarana hiburan.

Dengan kemudahannya untuk membikin suatu karya, perusahaan asal Cina ini telah mencapai 2 miliar pengguna, jika di Indonesia telah mencapai sebanyak 30,7 juta pengguna! Wow. Bahkan juga artis terkenal seperti Atta Halilintar sudah punya akun TikTok, lho..

Kita tidak akan membahas secara detail aplikasi TikTok ini. Tetapi, kita akan membahas topik kita hari ini yaitu, “Apakah TikTok Merusak Generasi Bangsa?” Dan tentu saja artikel kali ini adalah opini pribadiku.

Sebelum kita membahas topik kita kali ini, kita lihat apasih tujuan dibuatnya TikTok? Menurut website resmi TikTok, TikTok bertujuan sebagai tempat untuk berkarya dengan membuat video pendek, dan juga sekaligus untuk sebagai sarana hiburan kita. Dengan tujuannya, sepertinya TikTok tidak berbahaya, ya?


Ilustrasi TikTok

TikTok itu Berdampak Positif atau Negatif?

Secara sisi positif, TikTok ini sebenarnya tidak berbahaya. TikTok bisa mempererat persahabatan kita, dengan menambah teman, berkolaborasi, dll. Bahkan banyak video TikTok yang bersifat informatif yang pastinya sangat bermanfaat. Bayangkan saja misalnya, 10 teknik fotografi dirangkum cuma hanya 60 detik! Terlebih lagi, saat ini TikTok bisa digunakan untuk mempromosikan brand ataupun makanan bagi user TikTok.

Memang, jika kita lihat secara negatif banyak video yang dinilai kurang pantas atau bahkan sampai melanggar norma masyarakat Indonesia. Seperti mengajari perilaku yang tidak sopan, dan lain sebagainya. Itupun mungkin bisa dicegah dengan cara membatasi usia pengguna TikTok atau parental control. Sebenarnya yang jadi masalah itu bukan karena TikTok-nya tetapi orang yang membuat video berisi hal yang tidak pantas lah, penyebab utamanya. Tapi, masa sih Indonesia tidak bisa membedakan mana hal yang baik dan mana yang buruk.

Jadi kesimpulannya, TikTok mempunyai dampak positif dan negatif pada Indonesia. Ilustrasinya kita bandingkan dengan pisau, jika pisau itu kita gunakan sebagai memotong makanan, itu jelas-jelas boleh. Tetapi jika kita gunakan sebagai kejahatan?

Sama seperti TikTok, TikTok kita gunakan untuk mencari informasi, sarana hiburan, boleh-boleh aja.

Jadi, sekian dulu untuk artikel pertamaku kali ini, dan semoga bermanfaat. Saya Dimas pamit undur diri, sampai jumpa di artikel berikutnya!

HAVE A NICE DAY, STAY POSITIVE!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai